Selasa, 19 Oktober 2010

keikhlasan hati....

Mungkin diantara kita pernah meninggalkan dan ditinggalkan.....atau samahalnya dengan menghilangkan atau dihilangkan, disini saya ingin berbagi tentang hal tersebut, perasaan yang kita alami pada saat kita berada pada kedua hal tebut sangatlah tidak ingin terjadi, 
tetapi kita pasti bertanya tentang sesuatu hal bagaimana bisa menerima sesuatu dengan jiwa yang lapang mungkin hal yang berharga untuk kita tetapi dimata-Nya tidak begitu, saya membagi sebuah cerita yang pernah saya alami sndiri dimana pada saat itu saya kehilangan sebuah barang yang menurut saya merupakan barang yang sangat penting untuk saya, tetapi karena kelalaian dari segi logical, perasaan bersalah, menyesal terhadap diri sendiri pasti ada, mengapa ini terjadi kepada, apa yang harus ku lakukan, banyak pertanyaan yang menyelinap di pikiranku pada saat itu....!! tetapi semua pertanyaan itu tidak membantu ku sama sekali untuk bangun dan sadar atas kejadian itu,
saya teringat satu hal, seseorang mengatakan kepada saya... bahwa apabila kamu kehilangan sesuatu oleh sebab apapun jangan lah kamu menyalahkan seseorang tanpa alasan, tetapitanya pada hatimu apa yang salah dengan diri anda, sudahkah anda memberi seseutau kepada orang lain, bagaimana dengan sedekah anda, bagaimana dengan infak anda, tanamkan pertanyaan itu dalam hati anda, 
saya sadar saya belum memberi lebih kepada orang lain, seharusnya saya harus banyak bersyukur atas nikmat yang Ia berikan, saya sadar ternyata barang tersebut bukan milik saya, Allah memberi rezeki apabila Ia memminta kembali apa saya haus marah ?? "TIDAK" aya harus instropeksi dengan apa yang telah terjadi.....
ternya dengan kejadian tersebut ternyata Allah masih menyayangiku sebagai Hambanya.... saya ditegur dengan kejadian yang sangat luar biasa.... terima kasih ya Allah .... hamba relakan barang kesayangan ku hilang begitu saja tapi aku tidak mau kehilanganmu sedetikpun... hamba ingin Engkau disampingku selamanya... hal tersebut yang selalu ada dalam benakku pada waktu itu....
keikhlasan menjadikan kita lebih tabah, bijak, dan lebih baik lagi dari sebelumnya.......

Semoga pengalaman pribadi ku ini dapat memberikan motivasi lebih baik lagi.....

Minggu, 10 Oktober 2010

mahasiswa inovatif yang mendengan anjuran positif

Setiap pribadi besar,
menjadi besar karena mendengarkan
anjuran baik.

Anjuran itu bisa datang dari orang tua,
...guru, orang lain, atau tulisan
yang berisi anjuran baik
yang kebetulan dibacanya.

Maka mudah diduga, bahwa
orang yang ramah menerima anjuran baik,
dan yang segera dijadikannya
sebagai cara berpikir dan bertindak,
akan menjadi pribadi besar berikutnya
yang bernilai bagi sesama.

Semoga itu kita.

Mario Teguh

 

NOTE :

Dari sepenggal kalimat diatas saya menyimpulkan bahwa jangan berhenti untuk menerima saran atau nasihat dari siapapun, menerima segala kekurangan yang ada paada diri kita dan jangan pernah berhenti belajar dan memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan...

kesuksesan seseorang dilihat seberapa besar apa yang telah dia dapat dan dia salurkan kepada orang lain bukan di tentukan dengan seberapa besar materi yang dia peroleh.....

semoga menjadi motivasi untuk dapat memperbaiki diri ke arah yang lebih positif.... :)

Jumat, 08 Oktober 2010

baru nyadar kalau al yang membuat kita kesal, sedih, marah, dan bete itu akibat dari kita sendiri, kenapa hal itu bisa terjadi ... karena kita sendiri yang membuat rasa itu datang dalam hati.... dengan mata kita akanmerasakan sesuatu hal dalam bentuk yang bermacam-macam..... hati yang gundah sering menyelimuti diri dengan kebenian dan perasaaan marah...
coba bertahan utuk mengawali semua dengan senyuman yang indah, yang membuat hati dan rasa yang sejuk... dengan lebih tersenyum hati akan menjadi lebih baik membuat perasaan yang menyenangkan.....
dan yakinkan diri dengan optimisme dan kepastian yang positif... insya Allah semua akan menjadi lebh positif dari sbelumnya... :)

Kamis, 07 Oktober 2010

jadilah seorang pemimpin yang di sukai semua orang

pada hakikatnya semua orang akan mnjadi seorang pemimpin, terlepas dari siapa, dimana, mengapa, apa, dan bagaimanakarena setiap individu.. memiliki sifat dan pendewasaan diri yang hakiki.. oleh sebab itu sebagai manusia kita harusnya siap dengan segala permasalahan dan menjadi tauladan bagi semua orang.
dengan dikap yang arif dan bijaksana kita akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari seluruh orang dan berpegang teguh pada agama yang di anut....
mari kita jalin tali persaudaraan dan genggam rasa persatuan yang erat...